...

5 Tanda Perusahaan Perlu Mengganti Sistem Parkir Existing

Ilustrasi Sistem Parkir Elektronik
Ilustrasi Sistem Parkir Elektronik

Area parkir sering menjadi bagian operasional yang baru mendapat perhatian ketika muncul masalah. Antrean kendaraan mengular saat jam masuk kantor, laporan pendapatan sulit dicocokkan, atau petugas harus memeriksa transaksi secara manual setiap akhir sif. Masalah seperti ini terlihat sederhana, tetapi jika terjadi setiap hari, dampaknya bisa menjalar ke produktivitas, pengalaman pengunjung, hingga pengawasan keuangan perusahaan.

Bagi pengelola gedung perkantoran, kawasan industri, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan fasilitas komersial lainnya, sistem parkir memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional. Ketika jumlah kendaraan meningkat dan kebutuhan pengelolaan semakin kompleks, sistem yang sebelumnya memadai bisa mulai menunjukkan keterbatasan.

Mengganti sistem parkir elektronik tentu membutuhkan pertimbangan investasi, kesiapan infrastruktur, dan waktu implementasi. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui kapan sistem existing masih layak dipertahankan dan kapan sudah waktunya beralih ke solusi yang lebih modern.

Ada lima tanda yang dapat menjadi bahan evaluasi sebelum perusahaan mengambil keputusan.

Ringkasan: Kapan Sistem Parkir Elektronik Perlu Diganti?

Perusahaan perlu mempertimbangkan penggantian sistem parkir elektronik ketika antrean kendaraan terus terjadi, pencatatan transaksi sulit diaudit, metode pembayaran terbatas, pemantauan operasional tidak terpusat, atau perangkat dan sistem sulit dikembangkan. Evaluasi menyeluruh membantu perusahaan menentukan apakah sistem existing cukup diperbaiki, perlu ditingkatkan, atau sebaiknya diganti dengan solusi parkir yang lebih terintegrasi.

Baca juga: Bagaimana Memilih Sistem Parkir yang Tepat untuk Kawasan Komersial?

1. Antrean Kendaraan Terus Terjadi pada Jam Sibuk

Ilustrasi Sistem Parkir Elektronik
Ilustrasi 5 Tanda Sistem Parkir Elektronik Perlu Diganti

Antrean di pintu masuk dan keluar menjadi salah satu indikator paling mudah terlihat ketika sistem parkir mulai kewalahan. Kondisi ini sering muncul pada jam berangkat dan pulang kerja, pergantian sif di kawasan industri, atau periode kunjungan tinggi di pusat komersial.

Penyebabnya tidak selalu terletak pada jumlah kendaraan. Proses validasi tiket yang lambat, pembacaan kartu yang berulang kali gagal, transaksi pembayaran yang memerlukan beberapa tahapan, serta keterbatasan jumlah gerbang juga dapat memperpanjang waktu pelayanan.

Jika masalah terus berulang, perusahaan perlu memeriksa seluruh alur kendaraan, mulai dari masuk, pencatatan waktu, pembayaran, hingga keluar dari area parkir.

Bagaimana sistem parkir otomatis membantu?

Sistem parkir otomatis dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual melalui kombinasi perangkat dan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan lokasi. Konfigurasinya dapat mencakup:

  • Automatic barrier gate: Mengatur akses kendaraan berdasarkan validasi sistem.
  • Ticket dispenser atau akses berbasis kartu: Mencatat waktu masuk dan mengidentifikasi kendaraan sesuai metode yang diterapkan.
  • Automatic Number Plate Recognition (ANPR): Membaca pelat nomor kendaraan untuk mendukung identifikasi dan pencatatan akses.
  • Pembayaran elektronik: Memungkinkan pengguna menyelesaikan transaksi melalui metode pembayaran yang didukung.
  • Sensor dan pengendali akses: Membantu mengatur pergerakan kendaraan pada titik masuk dan keluar.

Setiap perangkat memiliki fungsi yang berbeda. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memastikan seluruh komponen dapat bekerja sebagai satu alur operasional, bukan sekadar memasang perangkat otomatis secara terpisah.

Sebagai langkah awal, catat waktu pelayanan rata-rata, panjang antrean pada jam sibuk, frekuensi kegagalan transaksi, dan jumlah intervensi petugas. Data tersebut dapat digunakan untuk menilai apakah penggantian sistem benar-benar diperlukan.

2. Pencatatan Transaksi Sulit Diaudit dan Pengawasan Pendapatan Belum Optimal

Tanda kedua berkaitan dengan kontrol transaksi. Perusahaan yang masih mengandalkan rekap manual, laporan dari beberapa perangkat yang tidak terhubung, atau pemeriksaan transaksi secara berkala akan lebih sulit memperoleh gambaran operasional yang utuh.

Contohnya, jumlah kendaraan yang tercatat masuk tidak sesuai dengan jumlah transaksi yang selesai. Tim keuangan harus meminta laporan tambahan kepada operator parkir, sedangkan manajemen membutuhkan data yang lebih cepat untuk mengevaluasi pendapatan dan kinerja lokasi.

Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya penyimpangan. Selisih dapat disebabkan oleh transaksi yang gagal, tiket hilang, pembatalan, kendaraan berlangganan, kebijakan tarif khusus, atau perbedaan waktu pencatatan. Masalahnya, perusahaan memerlukan data yang cukup lengkap untuk mengetahui penyebabnya.

Peran sistem parkir digital dalam kontrol transaksi

Sistem parkir digital yang dirancang dengan pencatatan terpusat dapat membantu perusahaan memantau:

  • Jumlah kendaraan masuk dan keluar.
  • Waktu masuk, waktu keluar, dan durasi parkir.
  • Tarif yang diterapkan serta nilai transaksi.
  • Metode pembayaran dan status transaksi.
  • Transaksi pembatalan, koreksi, atau pengecualian.
  • Riwayat aktivitas operator berdasarkan hak akses yang diberikan.
  • Rekap transaksi harian dan laporan untuk proses rekonsiliasi.

Data tersebut membuat proses audit lebih terstruktur. Tim operasional dapat menelusuri kejadian tertentu, sedangkan tim keuangan memiliki dasar yang lebih jelas untuk mencocokkan transaksi dengan penerimaan dana.

Hal yang perlu diperhatikan: kemampuan audit bergantung pada fitur sistem, konfigurasi hak akses, kelengkapan log, dan integrasi pembayaran. Perusahaan sebaiknya meminta demonstrasi alur transaksi, termasuk penanganan transaksi gagal dan prosedur koreksi, sebelum memilih vendor.

Baca juga: Sistem Parkir Otomatis vs Manual: Mana Lebih Menguntungkan?

3. Pilihan Pembayaran Tidak Lagi Sesuai dengan Kebutuhan Pengguna

Kebutuhan pembayaran dapat berubah seiring dengan karakteristik pengunjung dan kebijakan perusahaan. Area parkir yang sebelumnya cukup dilayani secara tunai atau kartu tertentu mungkin perlu mendukung metode pembayaran lain agar proses keluar kendaraan lebih praktis.

Perkembangan ekosistem pembayaran digital di Indonesia juga menunjukkan perubahan tersebut. Bank Indonesia melaporkan bahwa sepanjang 2024, volume transaksi pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi, tumbuh 36,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume transaksi QRIS tumbuh 175,2% pada periode yang sama.

Data tersebut menggambarkan pertumbuhan pembayaran digital secara nasional, bukan tingkat penggunaan pembayaran digital khusus untuk parkir. Meski demikian, tren ini relevan sebagai konteks bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi pilihan pembayaran di fasilitasnya.

Sumber: Bank Indonesia, siaran pers mengenai perkembangan pembayaran digital pada 2024.

Apa yang perlu dievaluasi dari sistem pembayaran parkir?

Perusahaan sebaiknya menilai beberapa hal berikut:

  • Apakah sistem mendukung metode pembayaran yang paling dibutuhkan pengguna?
  • Apakah transaksi pembayaran tercatat dan dapat ditelusuri dalam laporan parkir?
  • Apakah status pembayaran dapat diverifikasi sebelum akses keluar diberikan?
  • Apakah proses rekonsiliasi dengan penyedia pembayaran berjalan jelas?
  • Apakah perusahaan dapat menambahkan metode pembayaran baru tanpa mengganti seluruh infrastruktur?
  • Apakah tersedia prosedur operasional ketika jaringan atau layanan pembayaran mengalami gangguan?

Perlu dipahami bahwa penerimaan pembayaran digital tidak selalu berarti semua metode sudah terintegrasi. Sistem parkir elektronik harus mampu menangani hubungan antara pencatatan kendaraan, perhitungan tarif, status pembayaran, dan pembukaan gerbang secara konsisten.

Pada fasilitas dengan volume kendaraan tinggi, integrasi yang tepat dapat membantu mengurangi tahapan manual sekaligus memberikan informasi transaksi yang lebih mudah diperiksa.

4. Manajemen Kesulitan Memantau Operasional dari Satu Tempat

Perusahaan yang memiliki beberapa gerbang, gedung, atau lokasi parkir membutuhkan visibilitas yang lebih luas daripada sekadar laporan akhir hari.

Bayangkan pengelola kawasan industri dengan beberapa akses kendaraan. Setiap lokasi memiliki petugas, perangkat, dan laporan masing-masing. Ketika terjadi gangguan di salah satu gerbang, tim pusat harus menghubungi petugas untuk mengetahui situasi. Proses pengambilan keputusan pun bergantung pada seberapa cepat informasi tersebut tersedia.

Sistem yang belum terintegrasi dapat menyulitkan perusahaan dalam membandingkan performa antararea dan menentukan prioritas perbaikan.

Indikator monitoring parkir yang perlu tersedia

Dashboard pengelolaan parkir yang sesuai kebutuhan dapat menampilkan informasi seperti:

  • Volume kendaraan masuk dan keluar.
  • Tingkat keterisian ruang parkir jika sistem dilengkapi sensor atau mekanisme penghitungan yang sesuai.
  • Pendapatan dan jumlah transaksi berdasarkan periode.
  • Status perangkat serta notifikasi gangguan jika fitur tersebut tersedia.
  • Aktivitas operator dan catatan kejadian.
  • Perbandingan performa antararea atau antarlokasi.
  • Riwayat transaksi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi ini membantu manajemen membedakan masalah yang bersifat insidental dengan persoalan yang berulang. Misalnya, gerbang yang sering mengalami kegagalan pembacaan dapat menjadi prioritas pemeliharaan, sedangkan lonjakan volume kendaraan pada jam tertentu dapat menjadi dasar untuk mengatur ulang pola operasional.

Bagi perusahaan multi-lokasi, sistem terpusat juga dapat membantu standardisasi pelaporan. Meski demikian, kemampuan pemantauan jarak jauh tetap bergantung pada arsitektur sistem, konektivitas, dan hak akses pengguna.

5. Perangkat Sudah Usang dan Sulit Diintegrasikan dengan Sistem Baru

Sistem parkir dapat berfungsi selama bertahun-tahun, tetapi usia perangkat bukan satu-satunya tolok ukur kelayakannya. Perusahaan perlu memperhatikan ketersediaan suku cadang, dukungan vendor, kompatibilitas perangkat lunak, keamanan, dan kemampuan sistem untuk dikembangkan.

Masalah biasanya mulai terasa ketika setiap perubahan membutuhkan pekerjaan tambahan. Integrasi pembayaran harus dilakukan secara terpisah, laporan tidak dapat dihubungkan dengan sistem lain, atau pembaruan perangkat lunak berisiko mengganggu operasional.

Situasi ini dapat meningkatkan ketergantungan pada solusi sementara dan memperpanjang waktu pemulihan ketika gangguan terjadi.

Kapan sistem existing cukup diperbarui?

Penggantian total belum tentu menjadi pilihan terbaik. Perusahaan dapat membandingkan tiga alternatif berikut.

Alternatif Cocok dipertimbangkan ketika Hal yang perlu diperiksa
Pemeliharaan dan perbaikan Gangguan bersifat terbatas dan perangkat masih didukung Frekuensi kerusakan, ketersediaan suku cadang, dan biaya perbaikan
Upgrade sistem existing Sebagian besar perangkat masih layak, tetapi fitur atau integrasi perlu ditingkatkan Kompatibilitas, dukungan vendor, dan risiko migrasi
Penggantian sistem secara menyeluruh Keterbatasan sistem bersifat mendasar dan biaya mempertahankannya semakin besar Total biaya kepemilikan, kebutuhan operasional, integrasi, dan rencana transisi

Keputusan idealnya didasarkan pada analisis biaya dan manfaat, bukan hanya harga pengadaan perangkat baru. Perusahaan juga perlu menghitung biaya pemeliharaan, lisensi, konektivitas, dukungan teknis, pelatihan operator, dan potensi gangguan selama implementasi.

Sistem yang lebih modern baru memberikan nilai tambah ketika benar-benar menyelesaikan kendala yang dihadapi perusahaan.

Baca juga: Bagaimana Integrasi Sistem Parkir Meningkatkan Kontrol Operasional?

Mengapa Penggantian Sistem Parkir Perlu Direncanakan Secara Menyeluruh?

Kelima tanda di atas saling berkaitan. Antrean yang berulang mungkin dipengaruhi oleh proses pembayaran yang panjang. Kesulitan mengaudit transaksi dapat berasal dari sistem yang terpisah. Sementara itu, keterbatasan integrasi bisa menghambat pengawasan di beberapa lokasi sekaligus.

Karena itu, evaluasi sebaiknya mencakup proses bisnis dan infrastruktur teknis secara bersamaan.

Manfaat yang dapat ditargetkan perusahaan

1. Efisiensi operasional

Otomatisasi pada tahapan yang tepat dapat mengurangi pekerjaan berulang dan membantu petugas menangani pengecualian dengan lebih terarah. Dampaknya perlu diukur melalui waktu pelayanan, kebutuhan intervensi manual, dan frekuensi gangguan.

2. Kontrol transaksi yang lebih baik

Pencatatan yang konsisten dan log aktivitas membantu perusahaan menelusuri transaksi, melakukan rekonsiliasi, serta memperkuat proses pengawasan internal.

3. Fleksibilitas pembayaran

Integrasi dengan metode pembayaran yang relevan membantu menyesuaikan layanan parkir dengan kebutuhan pengguna dan kebijakan perusahaan.

4. Visibilitas operasional

Dashboard dan laporan terpusat dapat mempermudah pemantauan kinerja, identifikasi masalah, dan pengambilan keputusan.

5. Kesiapan pengembangan

Arsitektur yang mendukung integrasi dan ekspansi memberi ruang bagi perusahaan untuk menambahkan fitur atau memperluas pengelolaan ke lokasi lain sesuai kebutuhan.

Manfaat tersebut bukan hasil otomatis dari pengadaan perangkat. Hasil akhirnya dipengaruhi oleh pemilihan teknologi, desain alur kerja, kualitas implementasi, pemeliharaan, dan kesiapan pengguna.

Jenis Sistem Parkir yang Sesuai untuk Setiap Kebutuhan Bisnis

Ilustrasi Sistem Parkir Elektronik
Ilustrasi Jenis Sistem Parkir Elektronik yang Sesuai untuk Setiap Kebutuhan Bisnis

Tidak semua lokasi memerlukan konfigurasi yang sama. Sistem yang tepat untuk gedung perkantoran dengan pengguna berlangganan dapat berbeda dari sistem untuk pusat perbelanjaan yang melayani banyak pengunjung harian.

Tabel berikut dapat digunakan sebagai panduan awal.

Jenis fasilitas Kebutuhan utama Solusi yang dapat dipertimbangkan
Gedung perkantoran Akses karyawan, tamu, dan kendaraan berlangganan Barrier gate, kartu akses, ANPR, serta pengelolaan hak akses
Kawasan industri Kelancaran kendaraan, kontrol akses, dan pencatatan aktivitas Sistem akses kendaraan, ANPR sesuai kebutuhan, serta monitoring terpusat
Pusat perbelanjaan Kelancaran arus kendaraan dan transaksi pengunjung Sistem tiket atau identifikasi kendaraan, pembayaran elektronik, dan dashboard operasional
Rumah sakit Akses kendaraan yang tertib dan dukungan operasional sepanjang waktu Barrier gate, sistem pembayaran, serta prosedur akses khusus untuk kondisi darurat
Kawasan komersial multi-lokasi Standardisasi laporan dan pengawasan beberapa area Sistem terintegrasi dengan pelaporan lintas lokasi
Fasilitas dengan keterbatasan ruang Optimalisasi alur masuk dan keluar Evaluasi tata letak gerbang, sistem akses, dan rekayasa arus kendaraan

Daftar tersebut merupakan gambaran umum. Pemilihan solusi tetap perlu mempertimbangkan volume kendaraan, pola kunjungan, luas area, jumlah gerbang, kebutuhan keamanan, metode pembayaran, dan kondisi infrastruktur yang sudah tersedia.

Baca juga: Transformasi Sistem Parkir: Dari Manual ke Cashless & Terintegrasi

Checklist Sebelum Perusahaan Mengganti Sistem Parkir Elektronik

Sebelum meminta penawaran vendor, perusahaan dapat menyiapkan data berikut agar evaluasi lebih terarah.

  • Data operasional: Volume kendaraan harian, jam sibuk, panjang antrean, dan waktu pelayanan.
  • Data transaksi: Jumlah transaksi, metode pembayaran, selisih pencatatan, dan frekuensi koreksi.
  • Kondisi infrastruktur: Jumlah gerbang, barrier gate, kamera, jaringan, server, serta perangkat yang masih digunakan.
  • Kebutuhan integrasi: Sistem pembayaran, aplikasi pengelolaan gedung, laporan keuangan, atau platform internal yang relevan.
  • Kebutuhan keamanan: Hak akses pengguna, log aktivitas, perlindungan data, dan prosedur penanganan insiden.
  • Target perbaikan: Misalnya, menurunkan waktu antrean, mempercepat rekonsiliasi, atau meningkatkan ketersediaan perangkat.
  • Anggaran dan rencana transisi: Biaya pengadaan, instalasi, pemeliharaan, pelatihan, serta mekanisme operasional selama migrasi.

Checklist ini juga membantu perusahaan menyusun ruang lingkup proyek dengan lebih jelas. Vendor dapat memberikan rekomendasi yang lebih relevan ketika kebutuhan dan kendala aktual sudah terdokumentasi.

Evaluasi Kebutuhan Parkir Perusahaan Bersama Intracs

Mengganti sistem parkir existing membutuhkan keputusan yang mempertimbangkan kebutuhan hari ini sekaligus rencana operasional ke depan. Sistem yang tepat perlu mendukung kelancaran kendaraan, pencatatan transaksi, integrasi pembayaran, dan pengawasan sesuai karakteristik setiap fasilitas.

Logo IN-Parking
Logo IN-Parking

Intracs melalui solusi IN-Parking menyediakan pendekatan pengelolaan parkir untuk kebutuhan non-tol, dengan pilihan teknologi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokasi. Solusi yang dapat dipertimbangkan mencakup sistem gerbang parkir, akses kendaraan berbasis teknologi, serta dukungan pemantauan dan integrasi sesuai ruang lingkup proyek.

Baca juga: IN-Parking: Sistem Parkir Terintegrasi untuk Kota & Kawasan Komersial

Jika perusahaan Anda mulai menghadapi antrean berulang, kesulitan mengontrol transaksi, atau keterbatasan sistem existing, langkah pertama tidak harus langsung mengganti seluruh perangkat. Evaluasi kondisi aktual dapat membantu menentukan apakah perbaikan, upgrade, atau implementasi sistem baru merupakan pilihan yang paling masuk akal.

Konsultasikan kebutuhan sistem parkir elektronik perusahaan Anda bersama Intracs. Diskusikan kendala operasional, kondisi infrastruktur, kebutuhan integrasi, dan target pengembangan agar rekomendasi solusi dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata bisnis Anda.

WhatsApp | Instagram | LinkedIn | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

IN-Control

CCTV
CCTV

Alat untuk memotret lajur gardu yang dilalui kendaraan. Setiap terjadi transaksi CCTV mengirim gambar ke Plaza CCTV Server (PCCS). Setiap terjadi deteksi CCTV mengirim gambar ke PCCS. Setiap terjadi OBS Alarm CCTV mengirim gambar ke PCCS. Terdapat fasilitas untuk mengirim gambar ke PCCS dengan periode waktu tertentu yang biasa dipilih

IN-Control

Air Navigation System Bandar Udara
Air Navigation System Bandar Udara

Air Navigation System adalah peralatan yang memberikan layanan pengaturan lalu lintas di udara terutama pesawat udara untuk mencegah antar pesawat terlalu dekat satu sama lain, mencegah tabrakan antar pesawat udara dan pesawat udara dengan rintangan yang ada di sekitarnya selama beroperasi. Mengatur kelancaran arus lalu lintas, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot (seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan.

IN-Control

Sistem Perparkiran Access Control
Sistem Perparkiran Access Control

Member Pengguna Jasa Parkir tidak perlu lagi berhenti untuk tapping ID Card saat melewati gerbang masuk area perpakiran, namun begitu tetap harus mengurangi kecepatan saat memasuki Gerbang Area Parkir yaitu adalah 20 km per jam. Setelah terjadi deduct antara OBU dengan Transceiver secara komunikasi infra red maka palang gate parkir akan terbuka maka kendaraan Pengguna Jasa Parkir dapat memasuki gerbang area perpakiran.

IN-Control

Automatic Lane Barrier
(ALB)
ALB

Automatic Lane Barrier (ALB) berfungsi sebagai penutup lajur gardu dengan memberikan penghalang fisik yang mudah terlihat oleh pengemudi kendaraan, serta sebagai perangkat law-enforcement

IN-Sensor

Sensor Automatic Vehicle
Classification (AVC)
AVC

Sensor Automatic Vehicle Classification (AVC) adalah alat bantu untuk mengidentifikasi golongan kendaraan yang melintas di ‘island’ gardu tol

IN-Sensor

Sistem Pembayaran Tol
Teknologi RFID
RFID

Sistem pembayaran tol prabayar berbasis Mobile Application dan Sticker yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan source of fund berbasis Voucher Elektronik (VE). Teknologi ini dapat membantu kelancaran berlalu lintas di tol karena tak perlu berhenti ketika melakukan transaksi

IN-Sensor

Optical Beam Sensor (OBS)
Optical Beam Sensor (OBS)

Optical Beam Sensor (OBS) adalah alat untuk mendeteksi kendaraan saat melewati sensor yang terletak di ‘island’ gardu transaksi

IN-Display

Variable Message Sign (VMS)
Variable Message Sign (VMS)

Variable Message Sign (VMS) adalah teknologi berbasis display informasi yang berfungsi sebagai Traffic Management System dengan menampilkan info terkini terkait area jalan tol

IN-Display

Lampu Lalu Lintas Atas (LLA)
Lampu Lalu Lintas Atas (LLA)

Lampu Lalu Lintas Atas (LLA) adalah alat petunjuk gardu transaksi yang menggunakan lampu LED berukuran 5mm yang tampilannya berupa gambar panah hijau dan silang merah

IN-Display

Toll Fare Information (TFI)
Toll Fare Information (TFI)

Toll Fare Information (TFI) menampilkan informasi gerbang transaksi, golongan kendaraan, tarif, nilai sisa pada transaksi kartu E-Toll, dan status proses transaksi yang sedang dilaksanakan melalui display layar

IN-Payment

Reader

Reader adalah alat yang didesain untuk membaca kartu uang elektronik dalam proses melakukan transaksi secara digital

IN-Payment

Mobile Reader
Mobile Reader Intracs

Mobile Reader adalah alat bantu tapping transaksi pembayaran tarif tol yang berfungsi untuk mempercepat waktu transaksi pembayaran tol. Melalui alat tersebut, petugas akan menghampiri pengendara yang berada dalam antrean kendaraan di gerbang tol, sehingga dapat mengurai antrean kendaraan yang memasuki gardu

IN-Payment

GTO Multi
GTO Multi Jalan Tol Intracs

Gardu Tol Otomatis (GTO) Multi adalah Gardu Tol yang dioperasikan untuk melayani transaksi pembayaran tarif tol berdasarkan data kendaraan dari integrasi sensor, semua golongan kendaraan dan asal gerbang secara elektronik dengan kartu elektronik / E-toll

IN-Payment

GTO Single
GTO Single Jalan Tol Intracs

Gardu Tol Otomatis (GTO) Single adalah Gardu Tol yang dioperasikan untuk melayani transaksi pembayaran tarif tol berdasarkan data kendaraan dari integrasi sensor, khusus kendaraan kecil / Golongan Satu dan asal gerbang secara elektronik dengan kartu elektronik / E-toll

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.