...

Bagaimana Payment Gateway Mendukung Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang?

Payment gateway perusahaan
Ilustrasi Payment Gateway Perusahaan

Bagi perusahaan yang menangani transaksi dalam jumlah besar, sistem pembayaran biasanya baru terasa penting ketika mulai menimbulkan masalah.

Tim finance harus mencocokkan transaksi dari berbagai kanal. Tim IT menangani integrasi dengan sistem yang berbeda. Customer service menerima pertanyaan mengenai status pembayaran. Sementara manajemen membutuhkan laporan transaksi yang akurat untuk mengambil keputusan.

Situasi tersebut semakin relevan ketika perusahaan memiliki banyak titik transaksi, seperti website, aplikasi, outlet, area parkir, fasilitas publik, marketplace internal, atau sistem pembayaran B2B.

Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan tersebut akan terus berkembang. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada kuartal IV 2025 mencapai 14,26 miliar transaksi, meningkat 39,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, volume transaksi QRIS bahkan tumbuh 139,99% yoy.

Artinya, perusahaan membutuhkan infrastruktur pembayaran yang dapat mengikuti pertumbuhan volume transaksi sekaligus terhubung dengan sistem bisnis yang sudah digunakan.

Di sinilah payment gateway perusahaan memiliki peran strategis.

Apa Itu Payment Gateway Perusahaan?

Secara sederhana, payment gateway merupakan layanan elektronik yang memungkinkan merchant memproses transaksi pembayaran menggunakan berbagai instrumen pembayaran. Bank Indonesia menjelaskan bahwa payment gateway merupakan layanan yang memungkinkan pedagang memproses pembayaran menggunakan kartu, uang elektronik, dan proprietary channel. Penyelenggara payment gateway juga termasuk dalam penyelenggara jasa sistem pembayaran yang memerlukan izin dari Bank Indonesia.

Dalam konteks perusahaan, fungsi payment gateway dapat berkembang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan halaman pembayaran.

Sebuah perusahaan dapat menggunakan payment gateway sebagai penghubung antara:

Customer → Channel Pembayaran → Payment Gateway → Bank/Penyedia Pembayaran → Sistem Perusahaan

Data transaksi kemudian dapat diteruskan ke sistem internal perusahaan, seperti:

  • ERP
  • CRM
  • Accounting system
  • Sistem billing
  • Sistem kasir atau POS
  • Sistem parkir
  • Website dan aplikasi
  • Dashboard monitoring
  • Sistem membership
  • Sistem ticketing
  • Sistem internal lainnya

Dengan arsitektur tersebut, pembayaran dapat menjadi bagian dari alur operasional perusahaan, bukan sistem yang berdiri sendiri.

Baca juga: Apa Itu Payment Gateway dan Kenapa Perusahaan Membutuhkannya?

Bagaimana Cara Kerja Payment Gateway untuk Perusahaan?

Proses transaksi terlihat sederhana dari sisi pengguna. Misalnya, pelanggan memilih produk atau layanan, memilih metode pembayaran, melakukan pembayaran, lalu menerima konfirmasi.

Di belakangnya terdapat beberapa proses yang harus berjalan dengan benar.

Tahap Proses Peran bagi perusahaan
1 Customer melakukan transaksi Memulai proses pembayaran
2 Sistem membuat payment request Mengirim detail transaksi
3 Payment gateway meneruskan transaksi Menghubungkan merchant dengan kanal pembayaran
4 Customer melakukan pembayaran Transaksi diproses melalui metode yang dipilih
5 Otorisasi transaksi Menentukan apakah transaksi berhasil atau gagal
6 Status transaksi dikirim kembali Sistem perusahaan menerima informasi pembayaran
7 Settlement Dana diselesaikan sesuai mekanisme penyedia
8 Rekonsiliasi Transaksi dicocokkan dengan pencatatan internal

Pada skala kecil, perusahaan mungkin masih dapat menangani sebagian proses tersebut secara manual.

Ketika jumlah transaksi meningkat, proses manual mulai menciptakan risiko. Satu transaksi yang tercatat berbeda antara sistem pembayaran dan sistem accounting dapat membutuhkan pemeriksaan tambahan dari tim finance.

Karena itu, kemampuan integrasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika perusahaan memilih solusi payment gateway.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Payment Gateway yang Terintegrasi?

Payment gateway perusahaan
Ilustrasi Payment Gateway Perusahaan

Pertanyaan yang lebih tepat bagi perusahaan bukan hanya “apakah payment gateway ini bisa menerima pembayaran?”

Pertanyaan berikutnya adalah:

“Apa yang terjadi pada data setelah pembayaran berhasil?”

Jawaban atas pertanyaan tersebut menentukan seberapa besar manfaat payment gateway bagi operasional perusahaan.

1. Mengurangi pekerjaan administratif

Bayangkan perusahaan memiliki ribuan transaksi setiap hari dari beberapa kanal.

Jika setiap transaksi harus diperiksa dan dicocokkan secara manual, pekerjaan finance dapat meningkat seiring pertumbuhan volume transaksi.

Payment gateway yang terintegrasi dapat membantu menyediakan data transaksi secara lebih terstruktur sehingga perusahaan dapat mengotomatisasi sebagian proses:

  • Pencatatan transaksi
  • Verifikasi status pembayaran
  • Rekonsiliasi
  • Pelaporan
  • Monitoring transaksi
  • Pencocokan settlement

Efisiensi tersebut semakin terasa pada perusahaan dengan banyak cabang atau titik transaksi.

2. Memudahkan rekonsiliasi

Rekonsiliasi merupakan salah satu pekerjaan yang sering luput ketika perusahaan membahas digital payment.

Transaksi yang sukses di sisi pelanggan belum tentu langsung selesai dari perspektif finance. Perusahaan masih perlu mengetahui apakah transaksi tersebut telah masuk dalam settlement dan apakah nilainya sesuai dengan pencatatan internal.

Karena itu, payment gateway perusahaan idealnya mampu menyediakan informasi yang mendukung proses rekonsiliasi.

Semakin terstruktur data transaksi yang tersedia, semakin mudah tim finance melakukan pencocokan antara:

Order → Payment → Transaction ID → Settlement → Accounting Record

3. Mendukung integrasi dengan sistem perusahaan

Perusahaan biasanya sudah memiliki berbagai sistem sebelum menggunakan payment gateway.

Misalnya, sebuah perusahaan B2B memiliki:

  • ERP untuk keuangan dan operasional
  • CRM untuk customer management
  • Website untuk menerima order
  • Sistem billing untuk membuat tagihan
  • Payment gateway untuk menerima pembayaran

Jika semuanya berjalan sendiri-sendiri, tim harus memindahkan data dari satu sistem ke sistem lainnya.

Dengan API dan integrasi yang tepat, data pembayaran dapat menjadi bagian dari workflow perusahaan.

Contohnya, ketika invoice dibayar:

Invoice dibuat → Customer melakukan pembayaran → Payment gateway mengonfirmasi transaksi → Sistem menerima status “paid” → Invoice diperbarui → Data masuk ke proses accounting

Alur seperti ini dapat mengurangi pekerjaan manual sekaligus mempercepat informasi pembayaran masuk ke sistem internal.

Payment Gateway Perusahaan dan Kebutuhan Digital Payment B2B

Kebutuhan perusahaan B2B memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan transaksi retail biasa.

Dalam B2B, transaksi dapat melibatkan nilai yang lebih besar, invoice, termin pembayaran, banyak pengguna, approval internal, hingga kebutuhan pelaporan.

Karena itu, perusahaan perlu melihat payment gateway sebagai bagian dari payment infrastructure, bukan hanya payment button.

Beberapa kebutuhan yang umum muncul dalam digital payment B2B antara lain:

  • Integrasi dengan ERP
  • Integrasi dengan accounting system
  • API untuk aplikasi internal
  • Payment link untuk invoice
  • Monitoring status pembayaran
  • Settlement reporting
  • Transaction reporting
  • Rekonsiliasi
  • Multi-channel payment
  • Pengelolaan banyak transaksi
  • Keamanan data
  • Dukungan operasional dan teknis

Semakin kompleks model bisnis perusahaan, semakin penting kemampuan payment gateway untuk beradaptasi dengan arsitektur sistem yang sudah ada.

Baca juga: Bagaimana Integrasi Payment Gateway dengan ERP atau Sistem Internal Perusahaan?

Keamanan dan Compliance Tidak Bisa Dipisahkan dari Payment Gateway

Payment gateway perusahaan
Ilustrasi Payment Gateway Perusahaan

Pembayaran berkaitan langsung dengan uang dan data transaksi. Karena itu, aspek keamanan seharusnya masuk sejak tahap pemilihan solusi.

Bank Indonesia menetapkan bahwa penyelenggara jasa sistem pembayaran harus menerapkan manajemen risiko, standar keamanan sistem informasi, perlindungan konsumen, serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

Kerangka regulasi sistem pembayaran Indonesia juga terus berkembang. PBI Nomor 10 Tahun 2025 mengatur antara lain aktivitas dan produk sistem pembayaran, infrastruktur, tata kelola, manajemen risiko, praktik pasar, data dan informasi, serta perlindungan konsumen.

Bagi perusahaan, hal tersebut berarti pemilihan payment gateway perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar harga transaksi.

Beberapa aspek yang layak diperiksa

Aspek Hal yang perlu ditanyakan
Regulasi Apakah penyedia memiliki izin atau status yang sesuai dengan aktivitasnya?
Security Bagaimana data transaksi dilindungi?
Infrastructure Bagaimana availability dan reliability sistem dijaga?
Integration Apakah tersedia API dan dokumentasi teknis?
Monitoring Apakah transaksi dapat dipantau secara real time?
Reporting Apakah tersedia laporan transaksi dan settlement?
Risk Management Bagaimana transaksi berisiko ditangani?
Support Bagaimana mekanisme technical support ketika terjadi kendala?
Scalability Apakah sistem mampu mengikuti peningkatan volume transaksi?

Bank Indonesia sendiri menjelaskan bahwa proses perizinan penyelenggara sistem pembayaran mempertimbangkan aspek seperti legalitas perusahaan, kesiapan operasional, keamanan dan keandalan sistem, kelayakan bisnis, manajemen risiko, serta perlindungan konsumen.

Bagaimana Standar Keamanan Mempengaruhi Pilihan Payment Gateway?

Untuk transaksi yang melibatkan kartu, perusahaan juga perlu memahami relevansi PCI DSS.

PCI Security Standards Council menjelaskan bahwa PCI DSS menyediakan persyaratan teknis dan operasional sebagai baseline untuk melindungi data akun pembayaran. Standar tersebut berlaku bagi berbagai pihak yang menyimpan, memproses, atau mengirimkan data pemegang kartu maupun pihak yang dapat memengaruhi keamanan lingkungan data kartu.

Teknologi seperti tokenization juga dapat membantu mengurangi paparan data kartu pada lingkungan merchant. PCI SSC menjelaskan bahwa tokenisasi menggantikan PAN atau nomor kartu dengan nilai pengganti yang disebut token, meskipun implementasinya tetap perlu dirancang sesuai kebutuhan keamanan dan compliance.

Untuk perusahaan, implikasinya sederhana: semakin sedikit data pembayaran sensitif yang perlu dikelola sendiri, semakin penting memastikan arsitektur payment solution dirancang dengan benar.

Aspek security juga terus berkembang. PCI SSC pada 2025 menerbitkan panduan mengenai keamanan halaman pembayaran dan pencegahan e-skimming, termasuk pengelolaan script, integritas halaman, serta monitoring terhadap perubahan yang dapat memengaruhi keamanan pembayaran online.

Baca juga: Keamanan Payment Gateway: Apa yang Harus Diperhatikan Perusahaan?

Pertumbuhan Transaksi Membutuhkan Infrastruktur yang Bisa Ikut Bertumbuh

Ilustrasi Implementasi Payment Gateway
Ilustrasi Implementasi Payment Gateway

Sistem pembayaran yang cocok ketika perusahaan memiliki 100 transaksi per hari belum tentu cocok ketika jumlahnya menjadi 10.000 transaksi.

Pertumbuhan tersebut dapat berasal dari:

  • Bertambahnya customer
  • Bertambahnya cabang
  • Penambahan produk atau layanan
  • Ekspansi ke wilayah baru
  • Penambahan kanal digital
  • Integrasi dengan partner
  • Peningkatan transaksi berulang

Data Bank Indonesia memperlihatkan bagaimana pertumbuhan pembayaran digital berlangsung dalam skala nasional. Pada kuartal I 2025, QRIS telah mencapai 2,5 miliar transaksi dengan nilai Rp239,1 triliun, sementara jumlah pengguna mencapai 56,3 juta dan merchant terdaftar mencapai 38,1 juta.

Bagi perusahaan, angka tersebut memberikan satu gambaran penting: infrastruktur pembayaran perlu dipersiapkan untuk pertumbuhan volume dan variasi transaksi.

Karena itu, ketika mengevaluasi payment gateway, perusahaan sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Berapa biaya per transaksi?”

Tetapi juga:

“Apakah solusi ini masih relevan ketika volume transaksi kami meningkat dua, lima, atau sepuluh kali lipat?”

Satu Payment Gateway, Banyak Skenario Bisnis

Kebutuhan payment gateway tidak selalu muncul dari e-commerce.

Ada banyak model bisnis yang dapat memanfaatkannya.

Perusahaan dengan sistem billing

Perusahaan dapat menghubungkan sistem billing dengan payment gateway sehingga pelanggan memperoleh kanal pembayaran setelah invoice diterbitkan.

Status pembayaran kemudian dapat dikirim kembali ke sistem perusahaan untuk memperbarui status invoice.

Pengelola parkir

Pada ekosistem parkir, payment gateway dapat menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan transaksi kendaraan, tarif parkir, payment channel, dan sistem pengelolaan parkir.

Model seperti ini membutuhkan integrasi antara perangkat di lapangan dan sistem pembayaran.

Fasilitas publik dan tempat rekreasi

Pembayaran dapat digunakan untuk tiket, layanan tambahan, merchandise, hingga transaksi di berbagai titik dalam satu area.

Payment gateway membantu menghubungkan berbagai kanal transaksi tersebut dengan sistem pengelolaan bisnis.

Perusahaan dengan banyak kanal pembayaran

Perusahaan yang menerima pembayaran melalui beberapa metode dapat menggunakan payment gateway untuk mengelola transaksi melalui satu lapisan integrasi.

Tujuannya bukan membuat sistem semakin kompleks, melainkan mengurangi kebutuhan perusahaan untuk membangun dan memelihara banyak integrasi pembayaran secara terpisah.

Apa yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Payment Gateway Perusahaan?

Harga memang penting. Tetapi untuk perusahaan, total value dari payment gateway perlu dilihat secara lebih luas.

Gunakan beberapa pertanyaan berikut sebagai checklist:

1. Apakah penyedia memiliki status regulasi yang jelas?

Pastikan perusahaan memahami siapa pihak yang menyediakan layanan pembayaran dan bagaimana status perizinannya.

Bank Indonesia secara eksplisit mengatur bahwa pihak yang bertindak sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran harus memperoleh izin sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Apakah tersedia integrasi API?

API penting bagi perusahaan yang ingin menghubungkan payment gateway dengan website, aplikasi, ERP, CRM, billing, atau sistem internal.

3. Bagaimana proses settlement dan rekonsiliasi?

Cari tahu format laporan, transaction ID, settlement report, jadwal settlement, serta mekanisme penanganan transaksi yang gagal atau tertunda.

4. Bagaimana sistem menangani keamanan?

Tanyakan mengenai security architecture, data protection, authentication, monitoring, incident response, serta standar keamanan yang relevan dengan metode pembayaran yang digunakan.

5. Apakah sistem mampu berkembang bersama bisnis?

Pertimbangkan kapasitas transaksi, reliability, scalability, serta kemampuan menambahkan channel atau use case baru.

6. Bagaimana dukungan teknisnya?

Untuk perusahaan, payment downtime dapat berdampak langsung pada revenue dan customer experience.

Karena itu, SLA, technical support, escalation mechanism, dan incident handling perlu menjadi bagian dari evaluasi.

Baca juga: Strategi Memilih Payment Gateway B2B yang Tepat untuk Efisiensi dan Skalabilitas Bisnis

Mengapa Payment Gateway Bisa Menjadi Investasi Jangka Panjang?

Payment Gateway Intracs
Ilustrasi Payment Gateway Intracs

Nilai payment gateway tidak selalu terlihat dalam satu transaksi.

Manfaatnya muncul ketika perusahaan mulai melihat seluruh rantai proses:

Customer melakukan pembayaran → transaksi tervalidasi → data masuk ke sistem → settlement diproses → finance melakukan rekonsiliasi → manajemen memperoleh data untuk mengambil keputusan.

Jika seluruh proses tersebut berjalan lebih terstruktur, perusahaan mendapatkan lebih dari sekadar kemampuan menerima pembayaran.

Perusahaan dapat memperoleh:

  • Operasional yang lebih efisien
  • Data transaksi yang lebih terstruktur
  • Rekonsiliasi yang lebih mudah
  • Integrasi sistem yang lebih baik
  • Pengalaman pembayaran yang lebih konsisten
  • Pengelolaan risiko yang lebih terukur
  • Infrastruktur yang lebih siap untuk ekspansi

Inilah alasan mengapa keputusan memilih payment gateway perusahaan sebaiknya dilihat sebagai keputusan infrastruktur bisnis.

Payment gateway yang tepat dapat menjadi salah satu lapisan teknologi yang menopang perjalanan bisnis dari skala awal menuju volume transaksi yang jauh lebih besar.

IN-Payment dari Intracs untuk Kebutuhan Pembayaran Terintegrasi

Payment Gateway Intracs
Logo IN-Payment dari Intracs

Intracs memiliki pengalaman dalam membangun dan mengembangkan teknologi sistem pembayaran untuk berbagai lingkungan transaksi, termasuk jalan tol, perparkiran, tempat rekreasi, dan fasilitas publik. Produk IN-Payment dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem tersebut.

Intracs juga menyatakan bahwa layanan Payment Gateway Intracs telah memperoleh izin sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran untuk kategori Payment Gateway Izin II dari Bank Indonesia sejak 2021.

Pendekatan ini relevan bagi perusahaan yang membutuhkan payment infrastructure yang dapat dihubungkan dengan ekosistem bisnis dan sistem yang sudah berjalan.

Dengan pengalaman Intracs pada sistem transaksi di berbagai sektor, IN-Payment dapat menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan solusi pembayaran digital dengan kebutuhan integrasi dan pengelolaan transaksi yang lebih kompleks.

Saatnya Menjadikan Sistem Pembayaran Bagian dari Pertumbuhan Bisnis

Ketika transaksi perusahaan semakin besar, kebutuhan terhadap payment gateway juga ikut berubah. Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat mendukung transaksi hari ini sekaligus tetap relevan ketika volume, kanal, customer, dan kebutuhan integrasi berkembang.

Karena itu, pemilihan solusi payment gateway sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan keseluruhan ekosistem bisnis, mulai dari customer experience hingga proses finance dan integrasi teknologi.

IN-Payment dari Intracs dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan solusi payment gateway dengan pendekatan terintegrasi untuk berbagai kebutuhan transaksi digital.

Ingin mengetahui bagaimana solusi payment gateway dapat diintegrasikan dengan kebutuhan bisnis perusahaan Anda? Hubungi Intracs dan diskusikan kebutuhan transaksi, integrasi sistem, serta skenario pembayaran yang sesuai untuk bisnis Anda.

WhatsApp | Instagram | LinkedIn | Website


Referensi Utama

  1. Bank Indonesia, Payment Gateway dan Kanal Layanan Sistem Pembayaran.
  2. Bank Indonesia, PBI No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.
  3. Bank Indonesia, PBI No. 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran.
  4. Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025.
  5. Bank Indonesia, Nusantara Report April 2025.
  6. PCI Security Standards Council, PCI Data Security Standard.
  7. PCI Security Standards Council, Payment Page Security and Preventing E-Skimming.
  8. Intracs, Payment Gateway Intracs: Solusi Pembayaran Digital Terpercaya untuk Bisnis Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

IN-Control

CCTV
CCTV

Alat untuk memotret lajur gardu yang dilalui kendaraan. Setiap terjadi transaksi CCTV mengirim gambar ke Plaza CCTV Server (PCCS). Setiap terjadi deteksi CCTV mengirim gambar ke PCCS. Setiap terjadi OBS Alarm CCTV mengirim gambar ke PCCS. Terdapat fasilitas untuk mengirim gambar ke PCCS dengan periode waktu tertentu yang biasa dipilih

IN-Control

Air Navigation System Bandar Udara
Air Navigation System Bandar Udara

Air Navigation System adalah peralatan yang memberikan layanan pengaturan lalu lintas di udara terutama pesawat udara untuk mencegah antar pesawat terlalu dekat satu sama lain, mencegah tabrakan antar pesawat udara dan pesawat udara dengan rintangan yang ada di sekitarnya selama beroperasi. Mengatur kelancaran arus lalu lintas, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot (seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan.

IN-Control

Sistem Perparkiran Access Control
Sistem Perparkiran Access Control

Member Pengguna Jasa Parkir tidak perlu lagi berhenti untuk tapping ID Card saat melewati gerbang masuk area perpakiran, namun begitu tetap harus mengurangi kecepatan saat memasuki Gerbang Area Parkir yaitu adalah 20 km per jam. Setelah terjadi deduct antara OBU dengan Transceiver secara komunikasi infra red maka palang gate parkir akan terbuka maka kendaraan Pengguna Jasa Parkir dapat memasuki gerbang area perpakiran.

IN-Control

Automatic Lane Barrier
(ALB)
ALB

Automatic Lane Barrier (ALB) berfungsi sebagai penutup lajur gardu dengan memberikan penghalang fisik yang mudah terlihat oleh pengemudi kendaraan, serta sebagai perangkat law-enforcement

IN-Sensor

Sensor Automatic Vehicle
Classification (AVC)
AVC

Sensor Automatic Vehicle Classification (AVC) adalah alat bantu untuk mengidentifikasi golongan kendaraan yang melintas di ‘island’ gardu tol

IN-Sensor

Sistem Pembayaran Tol
Teknologi RFID
RFID

Sistem pembayaran tol prabayar berbasis Mobile Application dan Sticker yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan source of fund berbasis Voucher Elektronik (VE). Teknologi ini dapat membantu kelancaran berlalu lintas di tol karena tak perlu berhenti ketika melakukan transaksi

IN-Sensor

Optical Beam Sensor (OBS)
Optical Beam Sensor (OBS)

Optical Beam Sensor (OBS) adalah alat untuk mendeteksi kendaraan saat melewati sensor yang terletak di ‘island’ gardu transaksi

IN-Display

Variable Message Sign (VMS)
Variable Message Sign (VMS)

Variable Message Sign (VMS) adalah teknologi berbasis display informasi yang berfungsi sebagai Traffic Management System dengan menampilkan info terkini terkait area jalan tol

IN-Display

Lampu Lalu Lintas Atas (LLA)
Lampu Lalu Lintas Atas (LLA)

Lampu Lalu Lintas Atas (LLA) adalah alat petunjuk gardu transaksi yang menggunakan lampu LED berukuran 5mm yang tampilannya berupa gambar panah hijau dan silang merah

IN-Display

Toll Fare Information (TFI)
Toll Fare Information (TFI)

Toll Fare Information (TFI) menampilkan informasi gerbang transaksi, golongan kendaraan, tarif, nilai sisa pada transaksi kartu E-Toll, dan status proses transaksi yang sedang dilaksanakan melalui display layar

IN-Payment

Reader

Reader adalah alat yang didesain untuk membaca kartu uang elektronik dalam proses melakukan transaksi secara digital

IN-Payment

Mobile Reader
Mobile Reader Intracs

Mobile Reader adalah alat bantu tapping transaksi pembayaran tarif tol yang berfungsi untuk mempercepat waktu transaksi pembayaran tol. Melalui alat tersebut, petugas akan menghampiri pengendara yang berada dalam antrean kendaraan di gerbang tol, sehingga dapat mengurai antrean kendaraan yang memasuki gardu

IN-Payment

GTO Multi
GTO Multi Jalan Tol Intracs

Gardu Tol Otomatis (GTO) Multi adalah Gardu Tol yang dioperasikan untuk melayani transaksi pembayaran tarif tol berdasarkan data kendaraan dari integrasi sensor, semua golongan kendaraan dan asal gerbang secara elektronik dengan kartu elektronik / E-toll

IN-Payment

GTO Single
GTO Single Jalan Tol Intracs

Gardu Tol Otomatis (GTO) Single adalah Gardu Tol yang dioperasikan untuk melayani transaksi pembayaran tarif tol berdasarkan data kendaraan dari integrasi sensor, khusus kendaraan kecil / Golongan Satu dan asal gerbang secara elektronik dengan kartu elektronik / E-toll

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.