...

Bagaimana Cara Kerja Sistem Weight in Motion (WIM) di Lapangan?

Cara Kerja Weight in Motion
Ilustrasi Cara Kerja Weight in Motion

Kerusakan jalan akibat kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) masih menjadi tantangan besar bagi sektor transportasi dan logistik. Ketika kendaraan membawa muatan melebihi kapasitas yang diizinkan, dampaknya tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, biaya pemeliharaan, dan gangguan distribusi barang.

Di Indonesia, penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan bahwa persentase truk yang mengalami kelebihan muatan dapat mencapai lebih dari 60% pada beberapa koridor jalan nasional. Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap penurunan umur layanan perkerasan jalan.¹

Di sisi lain, metode penimbangan konvensional menggunakan jembatan timbang memiliki keterbatasan karena kendaraan harus mengurangi kecepatan atau berhenti untuk diperiksa. Hal ini dapat menimbulkan antrean dan mengurangi efisiensi operasional.

Karena itulah banyak pengelola jalan tol, regulator transportasi, operator pelabuhan, hingga kawasan industri mulai mengadopsi teknologi WIM Indonesia untuk melakukan pengawasan kendaraan secara otomatis dan real-time.

Apa Itu Weight in Motion (WIM)?

Weight in Motion atau WIM adalah teknologi yang mampu mengukur berat kendaraan saat kendaraan tetap bergerak di atas jalur pengukuran.

Berbeda dengan timbangan statis yang mengharuskan kendaraan berhenti, teknologi WIM memungkinkan proses penimbangan berlangsung secara dinamis tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Selain berat total kendaraan, sistem WIM juga dapat mengumpulkan berbagai informasi penting seperti:

  • Berat setiap roda kendaraan
  • Berat per sumbu (axle load)
  • Berat total kendaraan (Gross Vehicle Weight/GVW)
  • Jumlah sumbu kendaraan
  • Klasifikasi kendaraan
  • Kecepatan kendaraan
  • Panjang kendaraan
  • Waktu dan lokasi pengukuran

Data tersebut menjadi fondasi penting untuk pengawasan ODOL, manajemen aset jalan, analisis lalu lintas, hingga perencanaan transportasi jangka panjang.

Baca juga: Weigh In Motion (WIM): Solusi ODOL yang Didukung Pemerintah

Cara Kerja Weight in Motion di Lapangan

Weight in Motion (WIM)
Weight in Motion (WIM) Dok. Intracs

Untuk memahami cara kerja weight in motion, penting mengetahui bagaimana setiap komponen saling terhubung dalam satu sistem.

Secara umum, prosesnya terdiri dari empat tahapan utama.

1. Sensor Mendeteksi Tekanan Kendaraan

Ketika kendaraan melintas, roda akan memberikan tekanan pada sensor yang ditanam di dalam permukaan jalan.

Beberapa jenis sensor yang umum digunakan dalam teknologi WIM meliputi:

Jenis Sensor Cara Kerja Karakteristik
Piezoelectric Menghasilkan sinyal listrik saat menerima tekanan Banyak digunakan untuk WIM kecepatan tinggi
Quartz Piezoelectric Mengukur gaya dinamis dengan akurasi tinggi Stabil terhadap perubahan temperatur
Bending Plate Mengukur deformasi pelat baja akibat beban roda Akurasi tinggi untuk pengawasan kendaraan
Load Cell Mengukur gaya langsung pada platform sensor Umumnya digunakan pada aplikasi dengan kebutuhan akurasi tinggi

Sensor piezoelectric bekerja berdasarkan perubahan tegangan listrik yang muncul saat kendaraan melintas di atas sensor. Besarnya sinyal yang dihasilkan akan sebanding dengan gaya yang diterima sensor.²

2. Sistem Menghitung Beban Sumbu dan Berat Kendaraan

Data mentah dari sensor kemudian dikirim ke unit pengolah data (controller).

Perangkat lunak WIM akan menghitung:

  • Beban roda
  • Beban per sumbu
  • Berat total kendaraan
  • Distribusi beban
  • Klasifikasi kendaraan

Karena kendaraan tetap bergerak, sistem menggunakan algoritma kalibrasi untuk mengubah beban dinamis menjadi estimasi berat statis yang akurat.³

3. Pengukuran Kecepatan dan Identifikasi Kendaraan

Selain sensor berat, sistem WIM biasanya dilengkapi dengan:

  • Inductive loop detector
  • Sensor kecepatan
  • Kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition)
  • Kamera overview kendaraan

Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan sistem mengetahui:

  • Nomor polisi kendaraan
  • Kecepatan kendaraan
  • Arah perjalanan
  • Jenis kendaraan
  • Status pelanggaran muatan

4. Data Disimpan dan Dikirim ke Pusat Monitoring

Setelah seluruh informasi diperoleh, data akan dikirim ke pusat kontrol atau dashboard monitoring.

Operator dapat melihat:

  • Kendaraan yang terindikasi overload
  • Statistik lalu lintas
  • Pola distribusi beban kendaraan
  • Laporan harian, mingguan, dan bulanan
  • Rekam jejak kendaraan tertentu

Pada implementasi modern, data ini juga dapat terintegrasi dengan sistem ITS (Intelligent Transportation System), platform manajemen jalan tol, maupun pusat kendali transportasi.

Komponen Utama dalam Sistem WIM Indonesia

Sebuah sistem WIM umumnya terdiri dari beberapa komponen berikut:

Komponen Fungsi
Sensor WIM Mengukur beban kendaraan
Inductive Loop Mendeteksi keberadaan kendaraan
Kamera ANPR Membaca pelat nomor kendaraan
Controller Mengolah data sensor
Server & Database Menyimpan data historis
Dashboard Monitoring Menampilkan data secara real-time
Jaringan Komunikasi Mengirim data ke pusat kontrol

Integrasi seluruh komponen tersebut memungkinkan proses pengawasan berlangsung secara otomatis selama 24 jam.

Baca juga: Keamanan Payment Gateway: Apa yang Harus Diperhatikan Perusahaan?

Manfaat Weight in Motion bagi Bisnis dan Institusi

Ilustrasi Cara Kerja Weight in Motion
Ilustrasi Cara Kerja Weight in Motion

Bagi perusahaan maupun instansi pemerintah, penerapan teknologi WIM memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar penimbangan kendaraan.

Menjaga Kepatuhan Terhadap Regulasi

WIM membantu mengidentifikasi kendaraan yang berpotensi melanggar batas muatan sehingga tindakan penegakan aturan dapat dilakukan lebih cepat.

Mengurangi Kerusakan Infrastruktur

Menurut berbagai studi transportasi, beban sumbu berlebih merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan perkerasan jalan. Dengan pemantauan yang lebih akurat, pengelola jalan dapat menekan biaya pemeliharaan jangka panjang.¹

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Karena kendaraan tidak perlu berhenti untuk ditimbang, arus lalu lintas tetap lancar dan produktivitas logistik dapat meningkat.

Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Data WIM dapat digunakan untuk:

  • Perencanaan kapasitas jalan
  • Analisis lalu lintas barang
  • Pengembangan kebijakan transportasi
  • Perencanaan investasi infrastruktur

Mempermudah Integrasi dengan Smart Transportation

Sistem WIM modern dapat terhubung dengan:

  • Intelligent Transportation System (ITS)
  • Traffic Management Center
  • Electronic Toll Collection
  • Platform analitik transportasi
  • Sistem pengawasan ODOL nasional

Baca juga: Weight in Motion (WIM): Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Di Mana Saja Weight in Motion Digunakan?

Penerapan sistem WIM Indonesia saat ini semakin luas dan mencakup berbagai sektor.

Jalan Tol

Digunakan untuk mendeteksi kendaraan yang berpotensi membawa muatan berlebih sebelum memasuki ruas tertentu.

Jalan Nasional

Membantu pemerintah memetakan pola kendaraan berat dan mengidentifikasi koridor yang rentan terhadap kerusakan jalan.

Pelabuhan dan Kawasan Industri

Memastikan kendaraan logistik mematuhi batas muatan sebelum keluar dari area operasional.

Pertambangan dan Logistik

Memantau distribusi beban kendaraan berat yang beroperasi secara intensif setiap hari.

Baca juga: Tantangan Implementasi Self Check-in Kiosk di Hotel Indonesia

Fakta Penting Tentang Teknologi WIM

Beberapa fakta berikut sering menjadi pertimbangan pengambil keputusan sebelum mengimplementasikan teknologi WIM:

  • Sensor quartz piezoelectric mampu bekerja pada kendaraan yang melaju hingga sekitar 100 km/jam atau lebih dengan akurasi tinggi.⁴
  • Teknologi quartz piezoelectric memiliki usia operasional yang dapat mencapai lebih dari 10 tahun pada banyak instalasi permanen.⁴
  • Sistem WIM modern dapat mengukur berat kendaraan tanpa menghentikan arus lalu lintas.²
  • Data WIM dapat digunakan untuk pengawasan ODOL, perencanaan infrastruktur, hingga penegakan hukum transportasi.³
  • Studi di Indonesia menunjukkan tingkat kendaraan overload pada beberapa ruas jalan dapat melebihi 60% dari total kendaraan angkutan barang yang melintas.¹

Baca juga: Vending Machine untuk Top Up dan Pembayaran: Studi Kasus Implementasi

Kesimpulan

Memahami cara kerja weight in motion menjadi langkah penting bagi organisasi yang ingin meningkatkan pengawasan kendaraan, menjaga kualitas infrastruktur, dan mendukung kepatuhan terhadap regulasi transportasi.

Dengan memanfaatkan sensor yang ditanam di permukaan jalan, sistem WIM mampu mengukur berat kendaraan secara real-time tanpa menghentikan lalu lintas. Hasilnya adalah proses pengawasan yang lebih efisien, data yang lebih akurat, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Konsultasikan Kebutuhan WIM Anda Bersama Intracs

intracs logo

Jika perusahaan atau instansi Anda sedang mencari solusi Weight in Motion yang terintegrasi, akurat, dan siap mendukung program pengawasan kendaraan secara modern, Intracs dapat membantu.

Sebagai penyedia solusi transportasi dan infrastruktur cerdas di Indonesia, Intracs menghadirkan teknologi WIM yang dapat diintegrasikan dengan sistem monitoring, kamera ANPR, dashboard analitik, hingga ekosistem Intelligent Transportation System (ITS).

Tim Intracs siap membantu Anda mengevaluasi kebutuhan operasional, menentukan konfigurasi sistem yang tepat, serta merancang implementasi WIM yang sesuai dengan kondisi lapangan dan target bisnis Anda. Segera hubungi kami di:

Referensi

  1. Jihanny, J., Subagio, B. S., & Hariyadi, E. S. The Analysis of Overloaded Trucks in Indonesia Based on Weigh in Motion Data (East of Sumatera National Road Case Study). MATEC Web of Conferences, 2018. (source)
  2. Federal Highway Administration (FHWA). Vehicle Detection and Weigh-In-Motion Technology Overview. (source)
  3. FHWA Long-Term Bridge Performance Program. Literature Review on Weigh-In-Motion Systems. (source)
  4. Kistler Group. Benefits of Quartz Piezoelectric Technology for Weigh In Motion Systems. (source)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

IN-Control

CCTV
CCTV

Alat untuk memotret lajur gardu yang dilalui kendaraan. Setiap terjadi transaksi CCTV mengirim gambar ke Plaza CCTV Server (PCCS). Setiap terjadi deteksi CCTV mengirim gambar ke PCCS. Setiap terjadi OBS Alarm CCTV mengirim gambar ke PCCS. Terdapat fasilitas untuk mengirim gambar ke PCCS dengan periode waktu tertentu yang biasa dipilih

IN-Control

Air Navigation System Bandar Udara
Air Navigation System Bandar Udara

Air Navigation System adalah peralatan yang memberikan layanan pengaturan lalu lintas di udara terutama pesawat udara untuk mencegah antar pesawat terlalu dekat satu sama lain, mencegah tabrakan antar pesawat udara dan pesawat udara dengan rintangan yang ada di sekitarnya selama beroperasi. Mengatur kelancaran arus lalu lintas, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot (seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan.

IN-Control

Sistem Perparkiran Access Control
Sistem Perparkiran Access Control

Member Pengguna Jasa Parkir tidak perlu lagi berhenti untuk tapping ID Card saat melewati gerbang masuk area perpakiran, namun begitu tetap harus mengurangi kecepatan saat memasuki Gerbang Area Parkir yaitu adalah 20 km per jam. Setelah terjadi deduct antara OBU dengan Transceiver secara komunikasi infra red maka palang gate parkir akan terbuka maka kendaraan Pengguna Jasa Parkir dapat memasuki gerbang area perpakiran.

IN-Control

Automatic Lane Barrier
(ALB)
ALB

Automatic Lane Barrier (ALB) berfungsi sebagai penutup lajur gardu dengan memberikan penghalang fisik yang mudah terlihat oleh pengemudi kendaraan, serta sebagai perangkat law-enforcement

IN-Sensor

Sensor Automatic Vehicle
Classification (AVC)
AVC

Sensor Automatic Vehicle Classification (AVC) adalah alat bantu untuk mengidentifikasi golongan kendaraan yang melintas di ‘island’ gardu tol

IN-Sensor

Sistem Pembayaran Tol
Teknologi RFID
RFID

Sistem pembayaran tol prabayar berbasis Mobile Application dan Sticker yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan source of fund berbasis Voucher Elektronik (VE). Teknologi ini dapat membantu kelancaran berlalu lintas di tol karena tak perlu berhenti ketika melakukan transaksi

IN-Sensor

Optical Beam Sensor (OBS)
Optical Beam Sensor (OBS)

Optical Beam Sensor (OBS) adalah alat untuk mendeteksi kendaraan saat melewati sensor yang terletak di ‘island’ gardu transaksi

IN-Display

Variable Message Sign (VMS)
Variable Message Sign (VMS)

Variable Message Sign (VMS) adalah teknologi berbasis display informasi yang berfungsi sebagai Traffic Management System dengan menampilkan info terkini terkait area jalan tol

IN-Display

Lampu Lalu Lintas Atas (LLA)
Lampu Lalu Lintas Atas (LLA)

Lampu Lalu Lintas Atas (LLA) adalah alat petunjuk gardu transaksi yang menggunakan lampu LED berukuran 5mm yang tampilannya berupa gambar panah hijau dan silang merah

IN-Display

Toll Fare Information (TFI)
Toll Fare Information (TFI)

Toll Fare Information (TFI) menampilkan informasi gerbang transaksi, golongan kendaraan, tarif, nilai sisa pada transaksi kartu E-Toll, dan status proses transaksi yang sedang dilaksanakan melalui display layar

IN-Payment

Reader

Reader adalah alat yang didesain untuk membaca kartu uang elektronik dalam proses melakukan transaksi secara digital

IN-Payment

Mobile Reader
Mobile Reader Intracs

Mobile Reader adalah alat bantu tapping transaksi pembayaran tarif tol yang berfungsi untuk mempercepat waktu transaksi pembayaran tol. Melalui alat tersebut, petugas akan menghampiri pengendara yang berada dalam antrean kendaraan di gerbang tol, sehingga dapat mengurai antrean kendaraan yang memasuki gardu

IN-Payment

GTO Multi
GTO Multi Jalan Tol Intracs

Gardu Tol Otomatis (GTO) Multi adalah Gardu Tol yang dioperasikan untuk melayani transaksi pembayaran tarif tol berdasarkan data kendaraan dari integrasi sensor, semua golongan kendaraan dan asal gerbang secara elektronik dengan kartu elektronik / E-toll

IN-Payment

GTO Single
GTO Single Jalan Tol Intracs

Gardu Tol Otomatis (GTO) Single adalah Gardu Tol yang dioperasikan untuk melayani transaksi pembayaran tarif tol berdasarkan data kendaraan dari integrasi sensor, khusus kendaraan kecil / Golongan Satu dan asal gerbang secara elektronik dengan kartu elektronik / E-toll

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.